Sabtu, 04 April 2020


ARTHROPODA


Arthron = segmen/ruas + pous = kaki

Ciri Umum
Ciri Khusus
1. Tubuh beruas-ruas (segmen)
2. Kaki berbuku-buku
3. Tubuh simetri bilateral
4. Eksoskeleton (kerangka luar) berupa khitin
5. Sistem pencernaan berupa saluran tubular
6. Sistem peredaran darah terbuka
7. Sistem saraf terdiri dari ganglion anterior yang merupakan “otak”, sepasang saraf yang menghubungkan otak dengan saraf sebelah ventral, serta pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan satu dengan yang lain oleh urat saraf ventral
8. Sistem ekskresi berupa saluran Malphigi
9. Respirasi berlangsung memakai insang, trachea, dan spirakel
10.   Kelamin hampir selalu terpisah

v SubPhylum Crustacea
1. Hidupnya terutama di perairan air tawar maupun laut
2. Bernafas dengan insang
3. Tubuh terdiri atas Cephalotorax, abdomen
4. Bagian Cephalotorax ditutupi olwh Karapaks
5. Memiliki antenna
6. Memiliki kaki jalan, dan kaki renang
Contoh :
Udang, Kepiting

v Kelas Arachnida
1. Tubuh terdiri aas sefalotoraks dan abdomen
2. Mempunyai 4 pasang kaki
3. Memiliki chelicera untuk merobek dan melumpuhkan mangsa
4.  Memiliki sepasang pedipalpus untuk memegang makanan
5. Ada yang memiliki spinneret (organ pemintal)
6. Ada yang memiliki kelenjar racun
Contoh :
Laba-Laba (Araneus sp), Kalajengking


v Kelas Chilopoda
         1)   Disebut juga centipede
2)   Tubuh pipih dan bersegmen (15-17 segmen)
3)   Tiap segmen mempunyai sepasang kaki
4)   Memiliki maxiliiped (cakar beracun di belakang kepala)
5)   Antena Panjang terdiri dari 12 segmen atau lebih
6)   Dapat bergerak dengan cepat
Contoh : Kelabang

v Kelas Diplopoda
1)   Disebut juga millipede
2)   Tubuh bulat Panjang dan terdiri dari 25-100 segmen
3)   Setiap segmen memiliki 2 pasang kaki
4)   Memiliki antenna dan rambut di sekitar antenna sebagai indra penciuman
5)   Memiliki kelenjar bau sebagai alat pertahanan
6)   Bergerak tidak begitu cepat dibandnigkan Chilopoda
7)   Ada yang dapat menggulungkan dirinya
8)   Hidup di tempat lembab dan makanan berupa tumbuhan
Contoh : Keluing

v Kelas Insecta
1. Tubuh terdiri atas Caput, Thorax, dan Abdomen
2. Kepala mempunyai 1 pasang antenna
3. Memiliki 3 pasang kaki, disebut juga hexapoda
4. Memiliki 1 atau 2 pasang sayap
5. Mengalami metamorphosis
6. Dapat hidup hampir di semua tempat, baik darat maupun di air
7. Pernapasan dengan trakea
Contoh : Kupu-kupu

(Rusyana, 2018)

KLASIFIKASI
v SubPhylum Crustacea
Contoh Klasifikasi Udang-Udangan
Kingdom        : Animalia
Filum              : Arthropoda
Subphylum     : Crustacea
Kelas               : Malacostraca
Ordo                : Decapoda
Famili              : Penaeidae
Genus             : Penaeus
Spesies           : Penaeus monodon
Sumber Gambar : animaldiversity.org


v Kelas Arachnida

Contoh Klasifikasi Laba-Laba
Kingdom        : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Arachnida
Ordo                : Araneae
Famili              : Araneidae
Genus             : Araneus
Spesies           : Araneus marmoreus











Sumber Gambar : animaldiversity.org

v Kelas Chilopoda

Contoh Klasifikasi Kelabang
Kingdom        : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Chilopoda
Ordo                : Scolopendromorpha
Famili              : Scolopendridae
Genus             : Scolopendra
Spesies           : Scolopendra gigantea

Sumber Gambar : https://images.app.goo.gl/ktWg7J8ugmUUkMHc8


v Kelas Diplopoda
Contoh Klasifikasi Keluing
Kingdom        : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Diplopoda
Ordo                : Spirobolida
Famili              : Spirobolidae
Genus             : Spirobolus
Spesies           : Spirobolus sp

Sumber Gambar : https://images.app.goo.gl/LX9kUzpopHoUc1J97

v Kelas Insecta
Contoh klasifikasi kupu-kupu
Kingdom        : Animalia
Filum               : Arthropoda
Kelas               : Insecta
Ordo                : Lepidoptera
Famili              : Lycaenidae
Genus             : Lycaeides
Spesies           : Lycaeides Melissa

Sumber Gambar : animaldiversity.org
Semua contoh klasifikasi diambil dari : animaldiversity.org


PERANAN
1.    Arthropoda terutama yang hidup di tanah berperan sebagai detrivor. Ia menguraikan serasah menjadi bagian yang halus membentuk humus yang menyebabkan tanah subur sehingga dapat menyediakan unsur hara yang diperlukan tanaman untuk tumbuh (Suterismi, 2018)
2.    Peranan serangga dalam ekosistem diantaranya adalah sebagai polinator, dekomposer, predator (pengendali hayati), parasitoid (pengendali hayati), hingga sebagai bioindikator bagi suatu ekosistem (Ardillah, 2014)
3.    Crustacea secara ekologis merupakan sumber makanan penting bagi ikan dan predator lain, sebaliknya crustacea juga sering menjadi predator bagi makhluk kecil lainnya. Larva crustacea yang merupakan komponen utama zooplankton sangat penting dalam rantai makanan biota laut lainnya (Pratiwi, 2012)
4.    Pada suatu ekosistem, laba-laba memiliki peranan penting sebagai pemangsa terutama memangsa serangga sehingga berperan dalam mengendalikan populasi serangga hama. Laba-laba dapat dijadikan agen pengendali hayati yang potensial untuk berbagai spesies serangga hama karena laba-laba bersifat polifag. Laba-laba juga memiliki peran dalam pertanian, perkebunan, dan perumahan yaitu untuk melindungi dari serangga-serangga perusak (Koneri, 2015)
DAFTAR REFERENSI
Ardillah, JS., Amin SL., Lukman H. (2014). Diversitas Arthropoda Tanah Di Area Restorasi Ranu
           Pani Kabupaten Lumajang. Jurnal Biotropika. 2(4) : 208-213
Koneri, R., Saroyo. (2015). Struktur Komunitas Laba-Laba di Taman Nasional Bogani Nani 
           Wartabone Sulawesi Utara. Jurnal Entomologi Indonesia. 12 (3) : 149-157
Myers, P., R. Espinosa, C. S. Parr, T. Jones, G. S. Hammond, and T. A. Dewey. 2020.
The Animal Diversity Web (online). Accessed at https://animaldiversity.org.
Pratiwi, R., Oce A. (2012). Biodiversitas Krustasea (Decapoda, Brachyura, Macrura) dari Ekspedisi
Perairan Kendari 2011. ILMU KELAUTAN. 17(1) : 8-14
Rusyana, A. (2018). Zoologi Invertebrata Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta.
Suterismi, M., Bhakti K., Endang WW. (2018). Studi Keanekaragaman Arthropoda Tanah di Area
Konservasi Kura-Kura Manouria emys Universitas Bengkulu dan Pengembangan        
Pembelajaran Siswa SMA. PENDIPA. 2(1) : 106-112

Tidak ada komentar:

Posting Komentar