Kamis, 19 Desember 2019

OBSERVASI STUDI KEBANTENAN


PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP WISATA RELIGI MASJID AGUNG BANTEN LAMA  
Oleh : Kharisma D, Aisyah S, Nur Fadilah, Nur Syifa M, Ranti L

Masjid Agung Banten adalah salah satu masjid tertua yang ada di nusantara. Masjid ini merupakan masjid pusat penyebaran agama Islam di Banten. Masjid Agung Banten dibangun pertama kali oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Kemegahan sejarah kesultanan Banten di masa lalu, harus menjadi icon Provinsi Banten kelas dunia, baik dalam kepentingan pariwisata, ilmu pengetahuan, keagamaan dan budaya. Penataan dan segala perbaikan terus dilakukan oleh pemerintah Provinsi Banten agar peradaban dan kemegahan Banten lama bersinar kembali.

Observasi mengenai pendapat wisatawan terhadap Masjid Agung Banten dilakukan dengan wawancara serta pertanyaan dalam bentuk angket. Observasi dilakukan pada hari Jumat 04 Oktober 2019 bertempat di Komplek Masjid Agung Banten RT/RW 001/011 Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten. Responden sejumlah 20 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang sebagai berikut : 


Pertanyaan dalam angket terdiri dari beberapa aspek yaitu :
1.      Aspek Pariwisata
50% responden sangat senang bisa mengunjungi Masjid Agung Banten. 60% responden mengatakan masjid Agung Banten sangat menarik karena terdapat paying seperti yang ada di Masjid Nabawi, Madinah. 55% responden mengunjungi Masjid Agung Banten untuk beribadah dan ziarah. 50% responden mengatakan ingin bisa datang kembali ke Masjid Agung Banten. 55% responden setuju Masjid Agung Banten dapat menjadi pusat pembelajaran sejarah, religi, dan perjuangan.
2.      Aspek Lingkungan
50% responden mengatakan lingkungan Masjid Agung Banten bersih, sarana dan fasilitas air bersih yang layak. 55% responden setuju dengan lingkungan Masjid Agung Banten terlihat asri dan sejuk.

3.      Aspek Ekonomi
60% responden mengatakan oleh-oleh yang dijual di lingkungan Masjid Agung Banten bervariatif dengan harga yang relatif terjangkau. 55% responden mengatakan olahan yang mendominasi adalah bandeng, batik banten, dan melinjo. 70% responden dipastikan membeli oleh-oleh di lingkungan Masjid Agung Banten.
4.      Aspek Teknologi
55% pengunjung merasa akses jalan menuju masjid agung banten tersebut sangat lancar dan mudah. Namun, 35% pengunjung merasa lahan parkir harus dikelola dengan sistem digital

Simpulan :
Berdasarkan Observasi yang telah dilakukan di Tempat Wisata Religi Masjid Agung Banten telah mengalami beberapa kemajuan di beberapa aspek, Seperti : kamar mandi yang sudah tertata rapi dengan belasan keran air yang menyala dengan baik, kondisi lingkungan yang bersih dan terawat, dan Masjid Agung Banten sendiri telah di renovasi dengan baik demi kenyamanan pengunjung. Wisatawan memiliki persepsi yang baik terhadap wisata religi tersebut sehingga berkeinginan untuk berkunjung kembali Masjid Agung tersebut di lain waktu.

Minggu, 03 November 2019

Banten dalam Upaya Mencerdaskan Kehidupan Bangsa


Pendidikan menurut UU No. 20 Tahun 2003 berarti usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Jalur Pendidikan di Indonesia terdiri atas pendidikan formal, pendidikan nonformal, dan pendidikan informal yang ketiganya dapat saling melengkapi dan memperkaya (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).
Jenjang Pendidikan Formal terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Jenis pendidikan yang diajarkan mencakup pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus.
a.    Pendidikan Dasar berbentuk Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat.
b.    Pendidikan Menengah berbentuk Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
c.    Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi dapat berbentuk akademi, politeknik, sekolah tinggi, atau institut.
Dikutip dari Banten dalam Angka 2019, pada tahun 2018, penduduk Banten usia 7-24 tahun yang masih sekolah sebanyak 67,96 persen. Untuk kelompok umur 7-12 tahun yang masih sekolah sebanyak 99,49 persen, kemudian kelompok umur 13-15 tahun sebanyak 94,74 persen, kelompok umur 16-18 tahun sebanyak 69,00 persen, dan kelompok umur 19-24 tahun sebanyak 19,00 persen.
Pada tahun ajaran 2017/2018 semester ganjil, di Provinsi Banten terdapat 4.562 unit Sekolah Dasar (SD) dengan 53.354 guru dan 1.195.653 murid. Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), pada tahun 2017 terdapat 1.421 unit SMP dengan 19.995 guru dan 424.406 murid. Sementara itu, untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), di Provinsi Banten terdapat 529 unit Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan 9.613 guru dan 182.941 murid, serta 668 unit Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan 10.900 guru dan 250.361 murid. Disamping sekolah umum tersebut, di Provinsi Banten juga terdapat 1.064 unit Madrasah Ibtidaiyah (MI), 1.068 unit Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta 419 unit Madrasah Aliyah (MA) di tahun ajaran 2018/2019 semester genap.
Pada tingkat pendidikan tinggi, Provinsi Banten memiliki data sebagai berikut :

Dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, Provinsi Banten telah mengoptimalkan jumlah sekolah serta tenaga pengajar yang dimiliki. Menariknya, pada SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) 2018, sebuah seleksi yang sangat bergengsi, Provinsi Banten masuk ke dalam 5 besar nilai rerata diterima tertinggi. Dalam rumpun SAINTEK, Provinsi Banten menempati urutan ketiga dengan nilai rerata 595,90 di bawah DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Sementara pada rumpun SOSHUM, Provinsi Banten menempati urutan keempat dengan nilai rerata 576,20 di bawah Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan DI Yogyakarta. Hal ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Provinsi Banten.
Referensi :
Tim BPS Provinsi Banten. (2019). Banten dalam Angka 2019. Banten : BPS Provinsi
Banten.
Uly, Yohana Artha. (2018). 10 Provinsi dengan Nilai Tertinggi di SBMPTN 2018,
Yogyakarta Nomor Wahid. http://today.line.me/id/article/10+Provinsi+dengan+Nilai+Tertinggi+di+SBMPTN+2018+Yogyakarta+Nomor+Wahid-qrPeVD. Diakses pada 03 November 2019 pukul 17.34

Jumat, 18 Oktober 2019

Sebiru di Banten


SEBIRU DI BANTEN

Ditulis Oleh
Iftika S, Kharisma D, Lita E, Laili S, Aisyah S, Neisya LD, Widy A, Ranti L, Erika JA
Pendidikan Biologi Untirta 2018

            "Banten". Jika kalian mendengar kata ini, apa yang terlintas di pikiran kalian? Ya, benar! Banten dikenal sebagai salah satu pusat industri. Nah, jika kalian berpikiran seperti ini, berarti pemikiran kalian sudah lebih maju dibandingkan dengan orang-orang yang hanya mengenal Banten tentang hal-hal mistisnya.
            Sebagai provinsi paling barat di Pulau Jawa, keindahan dan keberagaman yang dimiliki Banten patut untuk diakui dunia. Dewasa ini, anak-anak muda di Banten punya cara tersendiri untuk memperkenalkan keindahan itu. Salah satunya dengan bazar stand Gelar Banten di SMA N 2 Kota Serang pada Selasa, 3 September 2019. Stand yang didirikan oleh mahasiswa-mahasiswi jurusan pendidikan biologi Untirta ini bertujuan untuk memeriahkan acara Dialog Remaja dari koalisi kependudukan provinsi Banten.
            Di dalam stand tersebut berisi hal-hal yang menunjukkan ciri khas Banten. Mulai dari 21 motif batik khas Kota/Kabupaten yang ada di Banten, puluhan tempat wisata, peta Banten, senjata tradisional, serta jajanan lezat khas Banten. Di dalam stand juga dihias dengan lampu kelap-kelip. Kemudian, sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap lingkungan, teman-teman mahasiswa Biologi membagikan permen berisi tulisan seperti “No more Plastic” dan sebagainya kepada pengunjung stand.
            Rata-rata pengunjung stand adalah siswa-siswi SMANDA (singkatan SMAN 2 Kota Serang) itu sendiri. Sebagai generasi milenial, mereka sangat penasaran dengan apa saja yang ada di Banten. Banyak dari mereka yang mengajukan pertanyaan seperti "Kak,ini batik dari mana deh?" atau bahkan langsung mencicipi hidangan khas Banten yang tersedia seperti gipang, jojorong, dan bontot. Mereka mengaku belum pernah mencicipi hidangan seperti itu atau mungkin pernah mencobanya, namun lupa apa nama makanannya. Mereka juga tertarik tentang tempat wisata yang ada di Banten, jiwa travelling mereka langsung bergejolak.
            Jika National Geographic merilis Lazy Beach Koh Rong Island di Kamboja sebagai Pantai terindah di dunia, maka Banten juga memiliki pantai yang tak kalah indah kebanggaan warganya. Apalagi kalau bukan Pantai Anyer. Pasir putih adalah daya tarik utamanya. Ditambah lagi adanya aneka wahana watersport termasuk surfing dan snorkeling. Jangan lupakan pesona matahari tenggelam yang dapat dinikmati di pinggiran pantai ini. Perpaduan cahaya oranye dan ungu gelap yang sangat cantik.
            Tak jauh dari Pantai Anyer ada Taman Nasional Ujung Kulon yang terkenal dengan pulau-pulau indahnya. Kepopuleran Taman Nasional ini bahkan sampai ke mancanegara. Apalagi kalau bukan karena adanya si fauna endemik yaitu badak bercula satu. Tak hanya badak bercula satu, di Taman Nasional inilah tempat hidupnya Vatica bantamensis, pohon kokoleceran yang batangnya digunakan untuk pembuatan kapal. Bahkan Komisi Warisan Dunia UNESCO menetapkan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Natural World Heritage Site (Situs Warisan Alam Dunia) dengan Surat Keputusan Nomor: SC/Eco/5867.2.409 sejak tangggal Tanggal 1 Februari 1992 lalu.           
            Berjalan ke arah timur, Banten memiliki sebuah kota yang berbatasan langsung dengan ibukota Jakarta, Tangerang. Kota Tangerang dengan visi sebagai Kota Berakhlakul Karimah memiliki Masjid Al-Azhom yang ikonik. Pada saat Ramadhan, Al-Azhom menjadi jantungnya kegiatan ibadah warga Tangerang. Terbukti saat puasa Ramadhan 1440 H kemarin, 700 takjil setiap hari dibagikan untuk jamaah yang datang atau melaksanakan puasa. Kemudian, Al-Azhom menjadi bercahaya saat malam hari, terutama kubahnya yang berkilauan. Kubah masjid Al-Azhom ini diklaim sebagai kubah terbesar di dunia dengan diameter 63 meter, lho! Dengan luas bangunan 5775 meter dan luas tanah 2.25 Ha ditambah lahan parkir seluas 14000 meter persegi, Masjid Al-Azhom semakin memukau. Hati-hati tersasar ya^^
Provinsi Banten banyak memiliki potensi tidak hanya sektor wisata, ada juga kesenian seperti rampak bedug, lalu ilmu beladiri seperti silat bahkan kemarin Pencak silat Banten berhasil meraih prestasi di kancah internasional, yakni pada Festival Pencak Silat Internasional. Pada event lomba yang diikuti oleh 12 negara Asia dan Eropa tersebut, Banten meraih juara pada kategori seni bela diri terbaik, kategori musik (nayaga) terbaik serta kategori koreografi terbaik. Sebagai anak muda, kita boleh mengikuti segala bentuk perkembangan zaman. Tapi, kita juga harus melestarikan budaya sendiri bagaimanapun caranya.
Kemajuan Provinsi Banten  dapat dilihat dari segi industri. Cilegon dan Tangerang adalah pusat industry terbaik di Banten,  Pelabuhan Merak dan Bandara Soekarno-Hatta yang ada di Tangerang menjadi pusat lalu lintas nasional.
Sejatinya tak ada yang merugikan dari sebuah perbedaan. Hanya tinggal mengenal, dan temukan keajaibannya seperti Sebiru di Banten.